Lencana Facebook

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

laporan pertanggungjawaban PPMY

Jumat, 13 Februari 2015

Pembubaran Duka Atas Penculikan Ketua KNPB Diwilaya Sorong

Kronologi Penculikan

     KNPB Neuw Sorong Berdepatan menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesi Susilo Bambang Yudoyono SBY di tanah papua, terjadi penculikan Ketua KNPB Wilayah Sorong, yang dilakukan oleh kolonial Republik Indonesia namun TNI/Polri RI sedang siaga 1 di papua terutama di sorong Raja Ampat yaitu mulai dari tanggal 1 Agustus S/d 23 Agustus 2014. Yaitu mulai dari TNI angkatan Laut, Darat, Dan Udara. Sebelum penculikan Itu terjadi Pada tanggal 19 Agustus Ketua KNPB Wilayah Sorong Martinus Yohame didampinggi Wakil Ketua KNPB, Kantius H. melakukan pers dengan menghadirkan wartawan dari berbagai media cetak yang ada di sorong papua barat untuk melakukan pers, dalam rangka kedatangan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono SBY di Sorong Raja Ampat. “Komite Nasional Papua Barat Bersikap (KNPB) bersama masyarakat terkait Provinsi Papua dan Papua Barat Menolak Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Di tanah papua”. Setelah pers pada pukul 03.15 wpb sore hari.

     Setelah pers di depan kantor Wali kota sorong, Saat itu juga seorang perempuan telepon kepada ketua KNPB sorong bahwa; “kami dari KOMNAS HAM Jakarta, dan mereka datang dengan mengunakan mobil avansa warna mera, di dalamnya di tumpangi satu orang laki-laki dengan mengunakan Hendikem besar merek Canon, lalu mereka menuju ke toko Mega Mal sorong, KM 9 sorong. Dan perempuan tersebut menyuru mereka makan di sala satu tempat makan/warung di samping Toko Mega Mal KM 9 Sorong papua barat sambil makan mereka melakukan pers.
     Setelah itu mereka bubar dari pertemuan pers dan perempuan itu juga mengatakan “ pertemuan berikut kami akan lanjut pada hari rabu 20 Agustus dan kami akan kontak” ujarnya
     Selanjutnya mereka melakukan komunikasi melalui Via telepon/SMS, sampai dengan terakhir pada hari Rabu tanggal 20 Tahun 2014 pukul 12.00 wpb, Malam mereka menyuru Martinus Keluar dari rumah ke jalan dan di situlah mereka melakukan penculikan terhadap ketua KNPB wilayah sorong Martinus Yohame.
     Setelah berapa hari yang lalu terhitung dari tanggal 20-23 Agustus 2014, melakukan pencarian ketua KNPB Martinus Yohame. Maulai dari keluarga ke keluarga tidak menemui dia, sehingga Wakil Ketua KNPB didampingi seluruh anggota KNPB Wilayah Sorong mendatangi Polres dan KODIM Sorong pada pukul 09.00 wpb. Dengan tujuan untuk mencari tau keberadaan Ketua KNPB Wilayah Sorong papua barat. Setelah penculikan angota KNPB mendapatkan mayat di Rumah Sakit.
     Anggota KNPB Sorong mendapatkan informasi penculikan ini dapat mayatnya berada di pingiran laut, dan dapat mayatnya dari nelayan  lalu lapor kepada petugas keamanan untuk mengantarkan mayat ke Rumah Sakit untuk mengoptosinya, tetapi informasi yang tidak jelas memutar bahasa dari militer NKRI. Padahal anggota KNPB maupun Warga sangat curiga kepada TNI/POLRI mengamati atas kejadian dan perjalanan almaruhum sebelum penculikan tejadi.

MAHASISWA/MAHASISWI PEMUDA DAN MASYARAKAT PAPUA DIWILAYA INDONESIA TENGAH DIMANADO SULUT TURUT BERDUKA CITA ATAS KEPERGIAN SAUDARA MARTINUS YOHAME SEBAGAI KETUA KNPB WILAYA SORONG.





Minggu, 08 Februari 2015

Tutorial Adobe Photoshop Cs5

Cara Mengedit Foto Menjadikan Manusia Asap
 
Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana foto menjadikan asap atau menjadikan manusia asap. Tetapi mohon maaf mungkin anda suda mahir melalui aplikasi Adobe Photoshop untuk mendesainer tetapi kali ini saya akan menjelaskan disini dimana menilai dari anda melalui editan saya silakan masukan dan kritikan supaya kedepan lebih baik dari yang ini. 

Bagi yang belum tauu cara mengedit foto silakan ikuti langka-langka editan saya seperti berikut ini, namun, pertama anda harus instal dulu aplikasi Adobe Photoshop di PC atau Lapptop anda lalu ikuti cara-cara edit foto seperti berikut:

  1. Jalankan aplikasin photoshop di PC anda, kemudian siapkan foto yang akan edit, lalu klik File kemudian pili open atau klik (Ctrl + O) di kyword anda.


2. Kemudian kami akan mulai edit foto yang kami pili di atas, maka pertama anda pili Erase Tool atau klik          huruf (E) lalu hapus bagian yang tidak dibutuhkan. 



3. Setelah menghilangkan atau menghapus dibagian samping maka akan hasilmya seperti ini.




4. Kemudian klik Create a new layer  bagian pojok kiri bawa untuk menambahkan latar, kemudian pilih         Set  folegron clor untu memilih warna kemudian pili paint bucket tool  lalu klik dilayar maka akan              tampak          seperti ini.




5. Untuk kasi rubah warna pada gambar pili Filter, Artistic, kemudian pili Colored pencil
  

6. Kemudian klik di Album artistic lalu pili warna sesuai keinginan anda lalu klik Ok


7. Kmudian klik di Add a layer stile pada bagian pojok kiri anda lalu pili Outer glow untuk menjadikan           gambar efek.


8. Kmudian pilih Outer glow dan tarik diameternya jadikan efek pada gamar sesuka hati anda.



9. Kemudian klik di Brush tool dan pili Icon brush sesuka hati anda untuk mendambahkan efek atau asap pada gambar. Kemudian pili gambar api unggu di PC/Laptop anda lalu klik  Laso tool  dan potong pada gambar yang anda pili tadi, lalu klik Edit, kopy dan pastekan  pada gambar dimana akan edit lalu edit sesuai keinginan anda.



10. Kemudian hasilnyapun akan tampak seperti berikut.




Terimakasi demikian untuk mengedit foto melalui adobe photoshop  menjadikan manusia asap.

Rabu, 07 Januari 2015

kampungku

SYOKOSIMO

  Uncategorized
1
 Touris di Kampung Kilise,Wuserem,Syokosimo,jalan kaki  2-5 jam

Wamena_Perjalan tour bersama Papuatravels ke beberapa kampung yang menjadi tujuan wisata bagi Florian Gallien(31) dan Inger Lankmayer(31) asal Austria. Senin 22 november,dari Jayapura mengunakan pesawat Trigana Air bernomor 276 dengan dipiloti Kapten Bambang Sumardi, menuju kota wamena.Dan selasa,23 November tour dimulai dan dipandu oleh Damianus Wasange,Otis (Mr Cooking),Spidi dan Bolii sebagai porter(pengangkut barang turis)dan Suara Perempuan Papua yang juga ikut dalam tour 4 hari.
Kedua wisatawan ini harus mengocek Rp 50 Juta untuk Tour ke Wamena selama 4 hari.Selasa(23)pekan lalu,pukul 10.30 wit,kami mengunakan angkutan jenis Kijang berwarna merah yang dikemudi oleh Piter Wetipo.Untuk sampai ke kurima kami harus melewati kampung Megapura,Hepuba,Longsor,Wesapor,dan menyebrangi kali Yetni menuju Kurima.
Mataharipun mulai terbenam,maka kampung kilise menjadi tempat kami bermalam.Keesokan harinya Rabu(24) pukul 8.00 perjalanan dilanjutkan menuju  kampung Wuserem.Melewati jalan setapak dipinggir bantaran Sungai baliem,4 jam perjalan mendaki bukit yang bertepi jurang dengan derasnya sungai Baliem,gundukan batu menjadi ganjalan kaki menuruni tebing yang curam.Derasnya arus serasa langkah kaki mengikuti arus.Sementara ditepi sungai berjajar rapih tumpukan batu-batu putih membentuk petak-petak yang ditanami wortel,buncis,bawang merah dan petatas.Di antara pagar batu dan menengok ke arah gunung terdapat rumah alang-alang atau honai dari kejauhan terlihat kepulan asap berembus bagaikan lukisan yang memanjakan mata selama perjalanan tour.
Jembatan Sungi baliem yang panjangnya 100 meter,beralaskan papan berukuran 1 meter membentangi sungai baliem dan hanya bisa dilewati satu orang.  3 jam menapaki bantaran Kali Beliem hanya untuk menyeberangi jebatan sungai Baliem.Setelah melewati jembatan,mendaki sebuah perkampungan kecil,matahari mulai memuncak di pukul 12.30,begitu terasa sengatan teriknya matahari, keringat bercampur lelah dan  perut mulai terasa lapar dan haus.Mr.Cooking merencakan bahwa makan siang hari ini  di pinggir kali Mugi.
Jerni,bersih tenang mengalir yang  menjadi sumber kebutuhan hidup masyarakat sekitar.Terbentang tiga buah kayu,pegangan disebelah kiri dan kanan terbuat dari tali hutan yang kuat menjadi tempat penyeberangan masyarakat sekitarnya. Beberapa menit kemudian,terdengar sontakan kaki-kaki kecil bercampur pekikan tawa ria memecah dari antara antara rimbunan hijaunya dededaunan kopi, masing-masing memegang jerigen,panci dan wajan menyeberangi jemabatan untuk mengambil air dan mencucinya di Kali mugi.Sembari menunggu makan siang,dekat jembatan keuda mama yang usiannya sekitar 60-an duduk sambil melilit sehelai daun yang terpotong menjadi dua dengan potongan daun menjadi satu gulungan yang siap di bakar.Melihat keduannya melakukan hal itu,…….. langsung mendekati mereka untuk mencoba roko tradisional tersebut.Ia menyesap rokok daun itu sampai habis,kemudian dikeluarkannya sebungkus rokok Mallboro untuk ditukar dengan ke dua ibu itu.Tak mereka sangka akan diberikan rokok,raut muka terima kasih terlihat diwajahnya.
Waktu makan siang usai perjalan menuju kampung Wuserem .Pukul 06.00 sore baru tiba di Kampung Wuserem.Ques House milik Soleman Asso yang berbentuk Honai terletak di atas bukit menghadap ke arah lekukan aliran sungai baliem yang membentang dari barat hingga ke timur pegunungan memantulkan buratan matahari terbenam menjadi sebuah pemandangan indah ketika melepaskan penat seharina perjalanan.
Jika malam tiba kampung dalam sekejap diselumuti gelap gulita,sebatang lilin membiaskan cahaya menerangi seisi honai mengantarkan kami untuk makan malam bersama.
Malam semakin larut,rasa kantukpun datang,sebuah honai berukuran kecil beralaskan alang-alang,gelap,hanya terdengar suara nayian burung malam dan pekikan jangkrik seakan mengusir rasa dingin. Gemuru derasnya sungai balim mengantarkan tidur malam kami.
Meyingkapnya matahari pagi,jumat(25)bertanda perjalanan akan dilanjutkan,usai sarapan. Dari Kampung Wuserem menuju kampung syokosimo,2 jam menapaki gunung untuk memasuki kampung Syokosimo yang lebah dikelilingi gunung.
Kampung syokosimo dan kampung-kampung sekitarnya  merupakan kamapung yang benar-benar jauh dari berbagai akses mulai dari pendidikan formal,SD,SMP dan SMA,akses akan kebutuhan ekonomi,Fasilitas Kesehatan informasi,Jaringan komunikasi yang masih belum terakses.Akses jalan penghubung mengunakan kendaraan roda dua dan empat,sama sekali belum khususnya antar kampung satu ke kampung yang lain dibalik Gunung-gunung yang terjal.
Tak jarang dari masyarakat dikampung-kampung lalu-lalang mengunakan jalan setapak dengan noken dikepala yang berisikan beras,minyak goreng,supermi,rokok,skop, (sembilan bahan pokok lainya),menyeberangi gunung,kali Mungi dan Sungai Baliem.
Jaret Kobak,memikul beras,minyak goreng,rokok saat di temui di tengah jalan,mengatakan kalau ia sedang menuju kampung Anggruk.”Kalau malam,saya bermalan di salah satu kampung,kemudian melanjutkan perjalanan keesokan paginya,paling lama satu setengah hari”Ungkapnya.
Sabtu (26) pagi merupakan hari terakir tour Mulai dari Kampung Kurima,Kilise,Wuserem dan Syokosimo.Dari syokosimo 5 jam perjalanan menuju  kota wamena dengan titik centeralnya di Distrik Kurima,Berhubung longsornya tanah sehingga akses jalan dari kurima-menuju Kota Wamena terputus total dan kendaraan satu-satunya motor Ojek dengan ongkos Rp 10 ribu per-orang menuju ujung kali Yetni bekas longsor akibat hujan deras membawa serta bebatuan besar, bercampur lumpur coklat terus mengalir ke sungai Balim.Disebrang terlihat mobil angutan jenis starwagon,L200 dan Kijang sedang menunggu penumpang diantaranya kami yang hendak menuju Kota Wamena.